Anabatic Lepas Saham Rp 800 per Lembar di Bursa
https://www.jakartaforum.web.id/2015/07/anabatic-lepas-saham-rp-800-per-lembar.html
Jakarta - Anabatic Lepas Saham Rp 800 per Lembar di Bursa. PT Anabatic Technologies Tbk telah mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasti itu listing dengan kode "ATIC". Anabatic menjadi emiten ke-10 yang listing di bursa tahun ini.
Saat listing, saham Anabatic langsung melesat 14 persen menjadi Rp 800 per saham dari harga penawaran umum saham perdana (Initial public offering/IPO) Rp 700 per saham. Sesaat setelah listing, saham ATIC sempat mencapai level tertingginya di Rp 825 atau naik 17 persen dari harga penawaran.
Saat listing, saham Anabatic langsung melesat 14 persen menjadi Rp 800 per saham dari harga penawaran umum saham perdana (Initial public offering/IPO) Rp 700 per saham. Sesaat setelah listing, saham ATIC sempat mencapai level tertingginya di Rp 825 atau naik 17 persen dari harga penawaran.
![]() |
Peresmian Anabatic technologies Melantai di Bursa - Foto: @Rudi |
Handojo Sutjipto, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mengatakan pihaknya melepas 375 juta lembar saham baru atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam IPO.
"Kita akan menggunakan 50 persen dana IPO untuk pengembangan pasar, 30 persen dana untuk pelunasan utang dan sisanya untuk memperkuat operasional bisnis dan modal kerja," ungkap Handojo Sutjipto saat dijumpai Jakartaforum di Jakarta, Sabtu (11/7/2015).
“Hutang yang akan dilunasi itu adalah fasilitas kredit Rp 10 miliar dari PT Bank Resona Perdania, demand loan Rp 9,5 miliar dan 8,4 juta dolar AS dari PT Bank OCBC NISP Tbk, invoice financing 7,5 juta dolar AS dan 15 juta dolar AS dari PT Bank Permata Tbk,” imbuhnya.
Didirikan tahun tahun 2002 dengan hanya 13 karyawan, saat ini Anabatic Technologies merupakan perusahaan holding bidang IT yang berkembang pesat dengan karyawan lebih dari 1400 orang. Selain bergerak di bidang distribusi produk-produk TI dan business process outsourcing, Anabatic juga dikenal sebagai salah satu perusahaan sistem integrator terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan core banking system dengan pelanggan perusahaan-perusahaan perbankan di Indonesia.
Dalam mengembangkan bisnisnya, PT Anabatic Technologies berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan software dan hardware dunia seperti Temenos, SAP, WKFS, IBM, dan Microsoft. Anabatic menyediakan berbagai macam solusi end-to-end untuk industri perbankan, dimulai dari Core Banking System (konvensional, berbasis Islam, microfinance), Electronics & Mobile Channel, Loan Factory, Governance Risk & Compliance, Business Intelligence, Enterprise Data Warehouse, Enterprise Content Management, Enterprise IT Infrastructure, hingga Manage Services & Software-as-a-Service.
Proses IPO ini cukup membanggakan karena diantara investor institusi yang membeli saham Anabatic ialah TIS, salah satu perusahaan raksasa bidang TI asal Jepang. TIS adalah anak perusahaan dari IT Holdings Corporation yang menyediakan beragam solusi IT di antaranya layanan sistem integration, custom-developed systems, data center, dan cloud. Selain itu, TIS memiliki sistem dukungan global yang luas terutama di China dan negara-negara ASEAN.
Dengan deal tersebut, TIS akan menjalin kerjasama yang semakin erat dengan Anabatic untuk menggarap pasar Indonesia dan ASEAN. Ini pengakuan TIS terhadap Anabatic yang cukup kuat di Indonesia, khususnya di sektor perbankan Indonesia dan lembaga jasa keuangan.
Melalui perjanjian kemitraan ini, TIS dan Perseroan sepenuhnya akan memanfaatkan kekuatan masing-masing dan memfokuskan upaya pada penguatan bisnis global. Hal ini dilakukan dengan memperluas layanan dan dukungan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan Jepang di ASEAN, serta memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap solusi IT, termasuk sistem perbankan inti untuk klien regional.
"Kami yakin, dengan tambahan modal ini, tahun 2015 Anabatic akan bisa merealisasikan targetnya tumbuh sekitar 22%," ungkap optimis Felix Purwadi Mulia, Direktur Keungan PT Anabatic Technologies. @Rudi
"Kita akan menggunakan 50 persen dana IPO untuk pengembangan pasar, 30 persen dana untuk pelunasan utang dan sisanya untuk memperkuat operasional bisnis dan modal kerja," ungkap Handojo Sutjipto saat dijumpai Jakartaforum di Jakarta, Sabtu (11/7/2015).
“Hutang yang akan dilunasi itu adalah fasilitas kredit Rp 10 miliar dari PT Bank Resona Perdania, demand loan Rp 9,5 miliar dan 8,4 juta dolar AS dari PT Bank OCBC NISP Tbk, invoice financing 7,5 juta dolar AS dan 15 juta dolar AS dari PT Bank Permata Tbk,” imbuhnya.
Didirikan tahun tahun 2002 dengan hanya 13 karyawan, saat ini Anabatic Technologies merupakan perusahaan holding bidang IT yang berkembang pesat dengan karyawan lebih dari 1400 orang. Selain bergerak di bidang distribusi produk-produk TI dan business process outsourcing, Anabatic juga dikenal sebagai salah satu perusahaan sistem integrator terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan core banking system dengan pelanggan perusahaan-perusahaan perbankan di Indonesia.
Dalam mengembangkan bisnisnya, PT Anabatic Technologies berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan software dan hardware dunia seperti Temenos, SAP, WKFS, IBM, dan Microsoft. Anabatic menyediakan berbagai macam solusi end-to-end untuk industri perbankan, dimulai dari Core Banking System (konvensional, berbasis Islam, microfinance), Electronics & Mobile Channel, Loan Factory, Governance Risk & Compliance, Business Intelligence, Enterprise Data Warehouse, Enterprise Content Management, Enterprise IT Infrastructure, hingga Manage Services & Software-as-a-Service.
Proses IPO ini cukup membanggakan karena diantara investor institusi yang membeli saham Anabatic ialah TIS, salah satu perusahaan raksasa bidang TI asal Jepang. TIS adalah anak perusahaan dari IT Holdings Corporation yang menyediakan beragam solusi IT di antaranya layanan sistem integration, custom-developed systems, data center, dan cloud. Selain itu, TIS memiliki sistem dukungan global yang luas terutama di China dan negara-negara ASEAN.
Dengan deal tersebut, TIS akan menjalin kerjasama yang semakin erat dengan Anabatic untuk menggarap pasar Indonesia dan ASEAN. Ini pengakuan TIS terhadap Anabatic yang cukup kuat di Indonesia, khususnya di sektor perbankan Indonesia dan lembaga jasa keuangan.
Melalui perjanjian kemitraan ini, TIS dan Perseroan sepenuhnya akan memanfaatkan kekuatan masing-masing dan memfokuskan upaya pada penguatan bisnis global. Hal ini dilakukan dengan memperluas layanan dan dukungan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan Jepang di ASEAN, serta memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap solusi IT, termasuk sistem perbankan inti untuk klien regional.
"Kami yakin, dengan tambahan modal ini, tahun 2015 Anabatic akan bisa merealisasikan targetnya tumbuh sekitar 22%," ungkap optimis Felix Purwadi Mulia, Direktur Keungan PT Anabatic Technologies. @Rudi