Melalui TMMD, TNI dan Kementan Wujudkan Kedaulatan Pangan

Jakarta -Melalui TMMD, TNI dan Kementan Wujudkan Kedaulatan Pangan. Menteri Pertanian Dr. lr. H. Andi Amran Sulaiman. MP bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono gelar Rapat Koordinasi Teknis TMMD (Rakornis TMMD) ke100. Rapat kordinasi tersebut dilaksanakan di Auditorium Kementerian Pertanian Rl, Jakarta Selasa (5/9/2017).

Rapat Kordinasi yang mengangkat tema "Dengan Semangat Kemanunggalan TMMD dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah guna Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat dalam rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI", merupakan realisasi arahan Presiden RI pada Apel Dansat TNI AD yang dilaksanakan di Pangkalan Bun. Kalimantan Tengah, pada bulan Desember 2014, tentang perintah kepada TNI AD untuk membantu mewujudkan program pemerintah swasembada pangan.


Dalam hal ini Mentan menegaskan, "Ini merupakan sinergi baik yang kita bangun, terutama untuk pencapaian ketahanan pangan nasional. "Kenapa kita sinergi dengan TNI karena kebersamaan kita kuat. Kalau pangan rapuh ketahanan negara bisa goyah", tutur Mentan.

Mentan pun menginformasikan, bahwa Kementan dalam hal ini akan memberikan dukungan di setiap wilayah sasaran TMMD berupa bibit pertanian, saluran irigasi dan alat-alat pertanian, disesuaikan dengan tipologi wilayah tersebut Kegiatan TMMD ke-100 TA. 2017 ini akan dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 26 September sampai 25 Oktober 2017 melibatkan personel dari unsur TNI/Polri.

Sementara Kasad Jenderal TNI Mulyono menyampaikan, "Kita melaksanakan rapat kordinasi teknis untuk mencapai kesamaan persepsi. Selain itu, Ini merupakan hal yang harus dilakukan TNI karena hal ini juga merupakan wujud jati diri TNI.

Diterangkan Kasad, kerjasama ini juga merupakan tugas TNI membantu pemerintah untuk mensejahterakan rakyat melalui pengembangan pertanian. "Saya perintahkan kepada jajaran saya kalo untuk urusan rakyat maju terus, mereka adalah pahlawan pahlawan saya", tegas Kasad.

Dalam rapat Kordinasi juga diinformasikan bahwa pelaksanaan TMMD dilaksanakan 3 kali dalam setahun. Hal ini meningkat dari yang sebelumnya hanya 2 kali setahun.

Program TMMD merupakan implementasi dari budaya gotong royong yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Perencanaan TMMD mengedepankan pola "_Bottom Up Planning System" dengan sasaran fisik dan non fisik seSUai skala prioritas yang dipadukan dengan program Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan untuk menampung aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah-daerah semaksimal mungkin. (Pen/ef)

Related

TNI 7270120613929811009
jasa-ekspedisi
Ajang Berita

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item